Namun, korban dikejar tiga orang pelaku bersenjata. Satu pelaku membawa senjata rakitan panjang, satu membawa kapak dan seorang lainnya merekam kejadian menggunakan telepon genggam.
Aksi penyerangan berlangsung dalam ruang guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah. Selain menewaskan korban, penyerangan juga disertai perusakan fasilitas sekolah.
Kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi pecah, serta kaca belakang sebuah mobil berwarna merah rusak akibat lemparan batu. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka serius di bagian kepala, punggung, dan kedua lutut.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga merupakan proyektil.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Adarma Sinaga mengatakan, aparat juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat pascakejadian.
“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami identitas para pelaku yang berstatus dalam penyelidikan. Aparat memastikan situasi keamanan di Dekai tetap dikendalikan agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berlangsung dengan aman usai SMP YPK Yakpesmi diserang OTK.