Nyoman mengatakan, tim sebelumnya menggunakan teropong senjata SPR 1 AW dan melihat kedua anggota KKSB sedang transaksi penyerahan senjata jenis pistol. Kedua anggota KKSB tersebut sempat bergabung dengan sekelompok masyarakat yang akan menyeberang sungai dari arah Tawelma menuju Quari Atas Kampung Genit, kemudian menyeberang bersamaan dengan masyarakat.
"Setelah menyeberangi sungai, masyarakat langsung dijemput oleh mobil pikap menuju Kenyam. Tetapi kedua orang KKSB tersebut tidak ikut naik mobil pikap," katanya.
Tim terus melakukan pemantauan terhadap keduanya hingga dilakukan penembakan yang berakhir dengan tewasnya kedua anggota KKSB. Saat pemeriksaan, ditemukan barang bukti berupa senjata api pistol jenis revolver dengan nomor senjata S 896209 dan barang bukti lainnya.
“Barang bukti yang diamankan dari keduanya yakni satu pucuk pistol jenis revolver nomor senjata S 896209 dan handphone milik prajurit yang sempat dirampas pelaku sebulan lalu. Kemudian, tas dua buah, parang, kampak dan uang tunai Rp9.520.000," katanya.
Setelah menerima penjelasan dari perwakilan Satgas Yonif PR 330 dan pembuktian mengenai dua korban penembakan merupakan anggota KKSB, Bupati Nduga Yairus Gwijangge mengatakan selanjutnya akan menemui masyarakat. Dia akan menjelaskan kepada masyarakat kedua korban tersebut memang benar-benar bagian kelompok KKSB.
“Saya selaku Bupati yang mewakili masyarakat Kabupaten Nduga akan menjelaskan kepada masyarakat maupun keluarga korban bahwa yang tertembak itu merupakan bagian dari KKSB, bukan warga sipil yang tidak bersalah,” ucap Bupati.
Bupati juga meminta maaf kepada anggota TNI yang bertugas terkait isu dan berita tidak benar yang berkembang di lingkungan masyarakat. Begitu juga dengan tuduhan yang tersebar bahwa TNI sudah menembak masyarakat yang tidak bersalah.