Warga yang berada di dalam kantor langsung panik melihat kejadian tersebut. Sejumlah ibu-ibu berteriak meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar. Upaya evakuasi pun segera dilakukan untuk menyelamatkan korban.
Tak lama berselang, mobil ambulans dari Klinik SP 12 tiba di lokasi kejadian. Korban langsung dilarikan ke RSMM untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban NW saat ini dilaporkan masih sadar namun menjalani perawatan intensif.
Polisi mengungkapkan motif sementara dari aksi brutal tersebut. Diduga, insiden ini dipicu persoalan rumah tangga yang melibatkan perselingkuhan. TG disebut menjalin hubungan dengan perempuan dari Kubu Dang.
Masalah semakin memanas setelah pihak perempuan menuntut pembayaran denda adat. Konflik itu terjadi sebelum kejadian di wilayah Kwamki Narama. Tekanan tersebut diduga menjadi pemicu pelaku nekat melakukan kekerasan.
“Polres Mimika mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Aparat kepolisian juga meningkatkan patroli serta melakukan monitoring di wilayah SP 12 guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun aksi balas dendam dari pihak keluarga,” kata Iptu Hempy.