“Ada 24 orang yang diterjunkan dari Dinkes Provinsi Papua. Tiga orang di antaranya merupakan dokter, dan 21 petugas perawat. Ada dokter umum, dokter bedah dan dokter ortopedi,” kata penanggung jawab tim, Aminto di pos pengungsian di Wamena.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jayawijaya Felly Sahureka menyebutkan, total pasien luka kerusuhan di Wamena sejak hari kejadian Senin (23/9/2019) hingga Kamis kemarin sebanyak 71 pasien. Sebagian di antaranya sudah pulang.
“Dari 71 pasien itu, 20 orang di antaranya yang dirujuk ke luar Wamena,” katanya.
Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Wamena, Senin (23/9/2019) lalu mengakibatkan setidaknya 30 orang meninggal dunia dan ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta rusak dan dibakar oleh pendemo.
Sementara di Kota Jayapura, empat orang meninggal dunia. Tiga orang di antaranya warga sipil dan seorang anggota TNI AD atas nama Praka Zulkifli anggota 751 Raider. Korban meninggal dalam unjuk rasa anarkis yang berujung rusuh di Perumnas I Expo, Waena, Abepura, Senin (23/9/2019).
Demonstrasi anarkistis terjadi di kawasan Expo Waena setelah massa dipulangkan dari halaman Universitas Cenderawasih Jayapura dengan menggunakan 15 truk.