Kapendam mengatakan, sangat menyesalkan kejadian penembakan OPM terhadap Danramil di Paniai.
"Kita lihat sendiri di video, sudah ditembak, tergeletak tidak berdaya, masih dianiaya sampai meninggal," ujar Kapendam.
"Ini menjadi catatan kami, OPM selalu teriak pelanggaran HAM tapi seperti kita lihat kejadian seperti itu," katanya lagi.
Dia menjelaskan, jenazah Letda Infanteri Oktavianus Sogalrey baru ditemukan sehari setelah kejadian. Para pelaku penyerangan ini merupakan gerombolan OPM.
Sebelumnya video penembakan Danramil 1703-04 Aradide ini viral di media sosial. Dia ditembak saat mengendarai motor melewati jalan berbatuan di Trans-Papua tepatnya ruas Enarotali-Aradide.
Terdengar lima kali bunyi letusan tembakan hingga membuat korban terjatuh dari motor. Jenazah perwira pertama TNI ini kemudian ditinggalkan KKB di lokasi kejadian, sedangkan motornya tak ditemukan, Kamis (11/4/2024).