Mathius Awoitauw: Belum Divaksin Covid-19, Tidak Bisa Terlibat dalam Kepanitiaan Maupun Pendukung PON XX

syarif wibowo
Mathius Awoitauw usai melakukan audiensi dengan Danlanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi, di Sekretariat Sub PB PON Klaster Kabupaten Jayapura, Kamis (2/9/2021).

Terkait masih banyaknya pro kontra atau menolak untuk menjalani vaksinasi Covi-19, kata Mathius, pihaknya menganggap itu biasa dan tidak apa-apa. "Anda punya hak untuk menolak, tetapi orang lain punya hak untuk hidup sehat. Anda juga harus memperhatikan adanya keseimbangan, jadi jangan berpikir ini adalah hak Anda saja, tetapi anda harus menghargai hak orang lain. Karena mereka mau sehat, maka Anda tidak boleh jalan atau tinggal di rumah saja," ujarnya.

"Kalau you jalan, maka you akan bertemu orang lain. Berarti anda mengganggu hak orang lain untuk hidup sehat, jadi kita harus saling menghargai. Tetapi, lebih bagus lagi agar kita sama-sama mendukung suksesnya pelaksanaan PON, ya silahkan vaksin itu lebih baik," ujarnya lebih lanjut.

Mathius menuturkan, tidak semua orang bisa divaksin, karena nanti petugas yang akan mengecek jika ada riwayat penyakit lain atau penyakit bawaan. "Jika memenuhi syarat atau tidak, itu baru bisa ditentukan untuk divaksin. Jadi tidak langsung divaksin, begitu ya," ucapnya.

Pihak Panitia Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura juga akan melihat atau mempelajari orang yang tidak bisa divaksin cukup melakukan antigen saja yang hendak menonton pelaksanaan PON XX.

"Itu nanti kita lihat dulu ya. Untuk sementara tidak ada pembatasan jumlah penonton, karena nanti akan langsung diumumkan Presiden Jokowi. PON ini tanpa penonton, atau PON ini sekian persen saja orang yang bisa menonton. Ini kan agenda Nasional, jadi kita di pemerintah daerah atau panitia-panitia sub kayak begini kan tidak bisa menentukan apa yang merupakan wewenangnya pemerintah pusat," katanya.

"Dikarenakan ini agenda nasional, kita hanya panitia saja untuk menyukseskan PON itu. Jadi wajib divaksin, baik itu panitia inti, staf di bidang-bidang, tenaga relawan atau volunter termasuk wartawan. Jika belum divaksin, tidak masuk terlibat di dalam pendukung maupun panitia. Kita juga lagi koordinasi terus untuk semua divaksin," ujarnya. CM

Editor : Syarif Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! Perempuan 26 Tahun di Jayapura Diduga Diperkosa Ayah Kandung dalam Rumah

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Jayapura Hari Ini 14 Maret 2026, Lengkap Doa Berbuka

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Jayapura Hari Ini 5 Maret 2026, Ini Panduan Lengkapnya

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Jayapura dan Sekitarnya Sabtu 28 Februari 2026 Beserta Doanya

57 tahun lalu

Berkat Pasang GPS, Motor Hilang Dicuri Ditemukan di Semak-Semak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal