Hingga saat ini, personel TNI AD dari Kodim 1809 Maybrat belum dikirim ke lokasi terjadinya pembakaran camp pekerja milik PT BKI. Alasan karena wilayah operasional PT BKI masuk dalam daerah penyisiran aparat TNI-Polri terhadap kelompok militan KNPBt atau KKB yang menyerang Pos Koramil Kisor pada September 2021 lalu.
"Personel akan kami kirim besok karena lokasi TKP sudah masuk wilayah penyisiran kelompok militan KNPB yang pernah menyeran Pos Koramil Kisor. Jadi, kalau masuk ke sana, kita harus hitung-hitung betul strategi pasukan," katanya.
Dandim menegaskan, dia tidak tahu-menahu soal adanya informasi yang beredar selama ini perusahaan kerap memberikan uang kepada kelompok tersebut sebagai bagian dari jaminan keamanan agar bisa tetap beroperasi.
"Informasi soal pemberian uang dari PT BKI kepada KKB. Yang jelas sejak PT BKI berdiri di atas tanah adat, tentunya ada kompensasi yang harus diberikan dalam wujud bina lingkungan. Mungkin dalam kesepakatan tersebut perusahaan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Namun untuk detailnya, kami hanya tahu tentang BKI-nya saja," katanya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi membenarkan terjadi kebakaran camp pekerja. Hal ini berdasarkan laporan dari Kapolres Sorong Selatan AKBP Choiruddin Wachid jika ada pembakaran camp pekerja milik PT Bangun Kayu Irian.