Tak puas dibubarkan polisi, massa bergerak menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya. Kedatangan mereka untuk meminta jawaban Penjabat Gubernur.
Ketegangan sempat terjadi lantaran massa emosi menuggu lama. Bahkan kehadiran Kepala Dinas Perhubungan untuk meminta perwakilan massa guna bertemu dengan penjabat sekda sempat ditolak.
Kompol Farial lalu dengan tegas meminta massa untuk tidak membuat keributan. Polisi kemudian memfasilitasi perwakilan massa untuk bertemu dengan Penjabat Sekda Papua Barat Daya.
"Kami minta untuk para sopir untuk segera membubarkan diri dan menghentikan aksi ini karena sudah mengganggu ketertiban umum," ujar Farial, Senin (25/9/2023).
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya Victor Salossa mengatakan, dari hasil pertemuan pihaknya akan memproses terkait aspirasi para sopir angkot selama 14 hari kerja. Hingga siang ini, para massa masih bertahan menyampaikan aspirasi menolak beroperasinya driver online.