Di Papua, perusahaannya terlibat dalam pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 300 km dan proyek pelabuhan penumpang dan peti kemas di Fakfak. Selain itu, Rifa lewat anak usahanya juga memiliki tambang batu bara di Fakfak dan nikel di Halmahera.
Nama Bahlil melambung saat menjadi Ketua Umum Hipmi pada 2015. Saat Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Hipmi yang dihadiri Presiden Jokowi, Bahlil sempat menyinggung soal menteri.
Jokowi akhirnya menunjuk Bahlil sebagai Kepala BKPM. Dia dibebani target investasi yang cukup tinggi oleh Presiden. Salah satu ceritanya yang terkenal yaitu menyelesaikan proyek-proyek mangkrak.
Sejak menjabat Oktober 2019, Bahlil mengklaim menuntaskan investasi mangkrak senilai Rp517,6 triliun. Berdasarkan hitung-hitungannya, jumlah itu setara 73 persen dari total investasi yang mangkrak yang mencapai Rp708 triliun. Dia pun merefleksikan perjalanan kariernya dari Banda hingga Jakarta menjadi pejabat.
"44 tahun lalu, seorang bayi laki-laki lahir di Desa Gunung Api Utara, di Kampung Batu Angus. Bayi tersebut menyelesaikan sekolah dasar di Banda, lanjut ikut orang tua di Papua. Bertransformasi dari hidup susah, pernah menjadi kondektur dan sopir angkot, lalu bisa menjadi Ketua Umum HIPMI, yang baru kali itu berasal dari Timur. Kini, 44 tahun kemudian, dipercaya oleh Bapak Presiden untuk mengemban amanah menjadi Kepala BKPM. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan," tuturnya ketika itu.