Kekayaan budaya suku Kamoro khususnya, dan suku-suku asli Papua lain disadari sebagai warisan budaya yang sangat penting untuk dilestarikan. Di sejumlah tempat strategis kota ditempatkan sejumlah karya ukir patung Kamoro sebagai ornamen taman ataupun sebagai hiasan pemberi karakter kota.
Di kota Kuala Kencana ini terdapat pusat perbelanjaan, perumahan untuk keluarga, dan karyawan lajang seperti halnya di Tembagapura. Selain itu, kota ini juga memiliki berbagai sarana untuk memenuhi kebutuhan karyawan dan keluarganya termasuk klinik kesehatan dan rumah sakit, sekolah, pusat olahraga dan rekreasi, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, dan lapangan golf 18 holes.
Lapangan golf ini dibangun di tengah-tengah hutan di daerah dataran rendah. Lapangan golf dengan nuansa hutan tropis memungkinkan para pegolf dan pengunjung dapat menikmati suasana alam yang masih asli.
Setiap pagi hingga sore hari, kota yang berlokasi di selatan Papua bagian tengah ini dipenuhi kicau burung dan tebaran ratusan spesies kupu-kupu cantik yang memenuhi sela-sela rerimbunan hutan yang lebat. Kota yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna ini, jaraknya hanya sekitar 20 km di utara Kota Timika, 25 km arah utara dari bandar udara Mozes Kilangin, dan sekitar 60 km arah selatan Kota Tembagapura.
Distrik Kuala Kencana berbatasan dengan Kabupaten Deiyai di sebelah utara, berbatasan dengan Distrik Iwaka, Distrik Kwamki Narama, dan Distrik Mimika Baru di sebelah Selatan, berbatasan dengan Distrik Tembagapura di sebelah Timur, dan berbatasan dengan Distrik Mimika Barat di sebalah Barat. Secara geografis, Distrik Kuala Kencana berada di titik koordinat 1360 46’ 25.681” BT (Bujur Timur) – 40 21’ 23.260” LS (Lintang Selatan), dengan luas wilayah 860,74 km2. Karakteristik dataran rendah yang tidak memiliki pantai.