Kisah Jenderal Kopassus Menangis Kehilangan 11 Pasukan Terbaiknya karena Ledakan Bom

Maria Christina Malau
Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letnan Jenderal TNI (Purn) Sintong Panjaitan. (Foto: Istimewa)
Mantan Danjen Kopassus Letnan Jenderal TNI (Purn) Sintong Panjaitan. (Foto: Istimewa)

Kondisinya membuat Sintong harus dirawat di RSPAD. Namun, dia hanya sebentar dirawat karena lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1963 itu merasa kondisinya sudah membaik.

"Saya masuk RSPAD, hanya sebentar, enggak sampai satu hari. Saya bilang, dok, saya pulang aja. Okelah boleh kata dokternya. Jadi pulanglah saya," ujarnya.

Letjen TNI Sintong Panjaitan melanjutkan, setelah Satgultor tersebut terbentuk dan menjalani latihan-latihan, mereka kemudian melakukan operasi di Donmuang, Bandar Udara Internasional di Kota Bangkok, Thailand.

"Tapi sebelumnya, pada saat itu juga, karena kita udah tua-tua, diberikanlah suatu peninjauan bahwa perlu membuat satuan antiteror yang lebih mantap, itu lah lahirnya Den 81. Jadi Den 81 itu bukan yang pertama. Yang pertama Satgultor tahun 1972, tahun 1981 barulah lahir Detasemen Antiteror Kopassus," katanya.

Peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla pada tanggal 28 Maret 1981 menjadi salah satu tonggak penting bukan hanya sejarah pasukan khusus, tapi juga sejarah TNI.

Sintong memimpin pembebasan penumpang pesawat yang disandera oleh pembajak yang berasal dari kelompok Komando Jihad pimpinan Imran. Tim anti teror Kopassandha yang saat ini disebut Kopassus dipimpin Letkol Inf Sintong Panjaitan, berhasil melakukan penyerbuan ke dalam pesawat oleh dalam waktu sangat singkat. 

Pembebasan penumpang saat Peristiwa Woyla itu mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Kopassus, salah satu pasukan khusus Indonesia pun kian disegani negara lain.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
3 hari lalu

Terungkap, Bom Sisa PD II di Biak Numfor Meledak gegara Digergaji 5 Warga

3 hari lalu

Update Ledakan Bom PD II di Biak Numfor, 9 Korban Tewas Teridentifikasi

1 bulan lalu

Pencarian Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Ditutup, 6 Tewas

1 bulan lalu

Kasus Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Polisi Periksa 28 Saksi

1 bulan lalu

Update Ledakan di Biak Papua, Sudah 34 Potongan Tubuh Ditemukan di TKP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal