"Aksi mereka sangat tidak bertanggung jawab, dan merampas HAM orang lain dengan cara membunuh," katanya.
Dalam insiden penembakan di Distrik Beoga itu, guru SMP bernama Yonatan Randen asal Toraja, Sulawesi Selatan meninggal dunia di Puskesmas Distrik Beoga, Kabupaten Puncak karena luka tembak. Korban berhasil dievakuasi perugas dari lokasi penembakan di rumahnya.
"Telah terjadi penembakan terhadap guru SMPN 1 Julukoma hingga meninggal dunia oleh kelompok separatis bersenjata," kata Kapolres Puncak, Kompol Nyoman.
Kapolres mengatakan, pascapenembakan, hingga kini aparat TNI-Polri masih melakukan pengamanan dan pengejaran kelompok KKB tersebut.
Selain menembak mati guru SMP, KKB juga sempat menculik Kepala Sekolah SMPN 1 Julukoma, Junedi Arung Salele. Namun, Junedi telah berhasil diamankan di Koramil Beoga.
Penembakan terhadap warga sipil merupakan yang kedua kalinya dilakukan KKB dalam dua hari berturut-turut. Sebelumnya, seorang guru bernama Oktavianus Rayo (42), juga ditembak mati di kiosnya oleh KKB pada Kamis (8/4/2021) pagi.