Setelah selesai pendidikan dan dinyatakan lulus, kata dia, mereka akan dilatih lagi selama sebulan dan ada yang ditempatkan di Brimob. Lalu akan diambil sekitar 500 orang, sehingga ke depan akan mengurangi penugasan Brimob dari luar Papua.
"Penambahan anggota Brimob agar tidak ada lagi suara-suara politik, seperti halnya saat mendatangkan Brimob dari luar Papua yang memiliki cara pendekatan berbeda," katanya.
Ia mengatakan sebanyak 2.000 bintara noken itu dibiayai melalui dana hibah Pemprov Papua namun mereka bukanlah polisi Otsus melainkan polisi RI dan selama pendidikan didampingi anggota Polda Papua.