"Saat ini, tim gabungan terus melakukan pengejaran terhadap anggota KKB lainnya yang masih buron," katanya.
Dalam penangkapan tersebut disita sejumlah barang bukti yakni tiga ponsel, dua tas, satu noken serta tiga unit motor. Hasil interogasi, kedua pelaku diduga terlibat dalam sejumlah aksi kriminal, termasuk penembakan terhadap aparat TNI di Puncak Jaya pada Maret 2024.
Kombes Bayu mengungkapkan, Yotenus Wonda alias Maleki terlibat dalam penembakan pada 17 Maret 2024 yang menewaskan Sertu Mar Ismunandar dan melukai Serka Salim Lestluhu di samping Puskesmas Mulia, Kampung Kulirik. Dia mengakui turut serta merencanakan aksi bersama beberapa anggota KKB lainnya, termasuk Ternus Enumbi dan Alison Wonda.
Dalam aksi penembakan tersebut, pelaku menggunakan senjata laras panjang jenis SS1 dan merampas dua senjata api laras pendek milik korban.
Yotenus Wonda juga mengaku terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadap seorang warga sipil bernama Aan pada 31 Mei 2024 serta penembakan terhadap Serma Anumerta Jefri E May pada 15 Agustus 2024 di Sport Center, Kampung Pagaleme.
"Peran Yotenus Wonda alias Maleki diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dengan memantau dan memancing korban keluar dari rumah untuk dieksekusi," katanya.
Sementara peran Alison Wonda alias Kumara terlibat dalam penembakan terhadap Sertu Mar Ismunandar serta pembunuhan seorang anggota TNI pada 5 Januari 2024.