Salah satu caranya dengan membuatkan rumah bantuan kepada masyarakat yang rumahnya tidak layak huni dengan menggunakan dana kampung. Kehidupan yang susah sebagai petani kebun di kampung itu membuat banyak warga tidak mampu membangun rumah yang layak huni.
Menurut Nur Isny Willa, keberhasilan yang diraihnya selama ini sebagai kepala kampung berbekal kepercayaan serta dorongan dari masyarakat. Tokoh adat setempat juga mendukungnya untuk maju menjadi salah satu kontestan dalam pemilihan kepala desa (pilkades).
“Tidak kalah pentingnya, dukungan besar dari suami dan keluarga. Syukur alhamdulillah saya terpilih menjadi kepala kampung,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 174/Anim Ti Waninggap (ATW) Merauke Kolonel Inf Bangun Nawoko menyampaikan rasa bangga pada Nur Isny Willa. Sebagai ibu Persit sekaligus Kepala Kampung, Nur Isny Willa dapat memberikan contoh kepada ibu-ibu yang lain.
Danrem 174/ATW Merauke berharap, sebagai Kepala Kampung dan seorang Persit serta memiliki suami sebagai Babinsa, Nur Isny Willa akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampungnya.