Sementara itu, prajurit yang mengalami luka berat direncanakan akan dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Hingga kini, aparat gabungan TNI masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Operasi difokuskan di wilayah Maybrat dan jalur hutan yang diduga menjadi rute pelarian pelaku.
Serangan yang menyebabkan dua prajurit Marinir gugur di Maybrat ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua Barat Daya. Sebelumnya, insiden di Tambrauw pada awal Maret 2026 juga menewaskan warga sipil.