"Kami tetap dalam bagian NKRI. Jangan terprovokasi gerakan yang menyesatkan. Yang membuat kita tidak bisa berkembang," ujar dia.
Sementara Kepala Kampung Sakanto di Kabupaten Keerom, Yohanes Isomo, mengaku pernah disodori petisi penolakan otsus. Namun karena dia menilai adanya kebijakan membawa perubahan signifikan di Papua, dia pun menolak itu.
"Sekarang kita lihat pembangunan di Papua seperti ini, perbatasan juga sudah sangat bagus. Lalu kenapa ditolak, harusnya diterima dengan syukur," katanya.