DPR Desak TNI-Polri Usut Kasus 5 Warga Dibunuh KKB di Yahukimo, Serukan Negara Tak Boleh Kalah

Felldy Aslya Utama
Aparat TNI-Polri saat persiapan mengevakuasi lima warga sipil korban pembunuhan di Yahukimo. (Foto: Ist)

“Negara tidak boleh kalah oleh aksi kekerasan kelompok bersenjata. Saya mendukung langkah pemerintah menjaga stabilitas keamanan di Papua,” katanya.

Sebelumnya, lima penambang emas tewas dalam dua serangan berbeda yang dilakukan KKB pimpinan Elkius Kobal. Serangan pertama terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIT di Jalan Poros Kampung Bingki. Dua pekerja ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam.

Keesokan harinya, Senin (21/9/2025), KKB kembali beraksi di Camp Kali Kulum dengan menggunakan panah dan senjata api. Serangan brutal ini menewaskan tiga pekerja tambang lain, menambah jumlah korban menjadi lima orang.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyebut lima korban masing-masing bernama Desem Dominggus, Marselinus Manek, Roberto, Yunus, dan Unu.

“Kami sangat berduka atas peristiwa ini. Tim di lapangan terus bekerja keras untuk mengevakuasi warga yang masih berada di area tambang,” kata Cahyo, Rabu (24/9/2025).

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Penambang Emas Korban Pembunuhan KKB di Yahukimo

57 tahun lalu

Detik-Detik Kontak Senjata Satgas Damai Cartenz dan KKB di Yahukimo, Rentetan Tembakan Bersahutan

57 tahun lalu

Evakuasi 5 Jenazah Korban KKB di Yahukimo Terkendala Kontak Tembak dan Cuaca Buruk

57 tahun lalu

5 Pekerja Tambang Dibunuh KKB di Yahukimo, Patroli Aparat Ditingkatkan

57 tahun lalu

Kronologi 5 Pekerja Tambang Dibunuh KKB di Yahukimo, Jenazah Belum Bisa Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal