Demo Tolak Otsus dan Pilkada di Nabire, Polisi: Aksi Ditunggangi Aktivis

Chanry Andrew Suripatty
Aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Nabire. (Foto: Antara).

NABIRE, iNews.id - Unjuk rasa menolak kebijakan otonomi khusus (otsus) di Kabupaten Nabire, Papua, dinilai telah ditunggangi aktivis. Sebab ada delapan tuntutan demonstran yang dianggap tak sesuai tema aksi tersebut.

Kapolres Nabire, AKBP Sonny mengatakan, inti dari aksi ini sebetulnya hanya menolak kebijakan otsus dilanjutkan. Namun ada sejumlah poin tuntutan yang tak sesuai tema, seperti ajakan golput saat Pilkada 2020.

"Aksi tersebut telah ditunggangi oleh aktivis," kata AKBP Sonny di Kabupaten Nabire, Papua, Jumat (25/9/2020).

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah bertanggung jawab atas insiden penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya. Kemudian menarik operasi penyisiran militer di sejumlah daerah Papua.

Koordinator aksi, Jefry Wenda mengatakan, bila petisi ini tak ditanggapi pemerintah daerah, mereka akan menggelar mogok nasional secara damai di seluruh Tanah Papua.

"Aksi kali ini berlangsung damai dan tertib. Sejumlah warga yang sempat diamankan polisi sebelum aksi juga sudah dipulangkan," ujar dia.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,6 Guncang Nabire Papua Tengah

57 tahun lalu

7 WNA China Ditangkap di Nabire Papua, Diduga Terlibat Tambang Emas Ilegal Skala Besar

57 tahun lalu

Mafia BBM Subsidi di Merauke Papua Ditangkap, Negara Rugi Hampir Rp200 Juta

57 tahun lalu

Wapres Gibran Tinjau Bandara Nabire, Dorong Akselerasi Konektivitas Udara di Papua

57 tahun lalu

Wapres Gibran Kunjungi Papua, Tinjau Infrastruktur di Nabire hingga Timika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal