"Tadi waktu saya hubungi Dandim Jayawijaya, dia masih sibuk dengan situasi lapangan. Saya belum bisa berikan keterangan jumlahnya, takutnya nanti salah. Tapi kalau korban luka-luka dari adik-adik SMA pasti ada, hanya jumlah persisnya tidak tahu," ucapnya.
Sementara aktivitas Bandara Wamena sudah dibuka. Hanya saja belum ada yang berani untuk terbang kesana.
"Sudah bisa didarati. Tadi siang kami berupaya terbang tapi tidak bisa karena cuaca kurang bagus, termasuk mau gunakan heli juga tak bisa," tuturnya.
Diketahui, kerusuhan pecah di Kota Wamena, Provinsi Papua, Senin (23/9/2019) pagi. Para pelajar SMA menggelar demonstrasi dan bertindak anarkistis. Massa pelajar dan warga membakar rumah, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa warung milik masyarakat.
Unjuk rasa ini berawal dari beredarnya kabar oknum guru yang melakukan tindakan rasis. Namun Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja menyebut hal itu sebagai hoaks. Massa terpancing kabar hoaks hingga melakukan aksi solidaritas yang berujung rusuh.