Saat itu, salah satu tenaga medis, Lambert Ngebursian menghubungi Daniel untuk meminta bantuan transportasi. Berada di ibu kota kabupaten, Daniel segera mempersilakan penggunaan speedboat pribadinya untuk mengantar pasien ke rumah sakit rujukan. Berkat respons cepat tersebut, ibu dan sang bayi berhasil selamat.
Sebelumnya, pada 17 Februari 2025, kasus darurat lainnya terjadi ketika Kaleb Maau (32) mengalami luka parah akibat kecelakaan kerja saat beraktivitas di kebun.
Dengan keterbatasan obat-obatan di puskesmas setempat, dia juga harus dirujuk ke RSUD Serui. Setelah menempuh perjalanan enam jam melewati sungai dan laut, Kaleb akhirnya mendapatkan tindakan operasi dan kini kondisinya semakin membaik.
“Kondisi fasilitas kesehatan di Mamberamo Raya sebenarnya cukup baik, tetapi masih ada kendala seperti kurangnya ruang rawat inap dan keterlambatan distribusi obat-obatan, terutama di awal tahun," kata Daniel.
Alumnus SMA PGRI Serui ini mengungkapkan, speedboat miliknya memang sengaja disiagakan di daerah pemilihannya untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat, mengingat minimnya transportasi laut. Dapilnya yakni Mamberamo Raya 3 meliputi Kecamatan Waropen Atas, Benuki dan Sawai.