Curigai Pria Masuk Lorong Ruko di Jayapura, Petugas Temukan Puluhan Botol dan Kaleng Miras

Kurnia Illahi
Satuan Narkoba Polresta Jayapura Kota mengintensifkan pengawasan peredaran minuman keras (miras) secara ilegal di Kota Jayapura. (Foto: Dok. Polda Papua).

JAYAPURA, iNews.id – Satuan Narkoba Polresta Jayapura Kota, Papua mengintensifkan pengawasan peredaran minuman keras (miras) secara ilegal di Kota Jayapura. Salah satunya dengan aktif menggelar operasi razia yang merupakan bagian dari program KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan).

Dalam operasi tersebut petugas menemukan puluhan barang bukti minuman keras (miras) berbagai jenis di seputaran Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (19/1) pukul 22.00 WIT.

Operasi itu dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Irene Aronggear. Dia menjelaskan, temuan mirasi itu berawap pada pukul 23.30 WIT, tim memantau seorang pria yang masuk ke lorong di salah satu ruko, mengambil paket lalu pergi tergesa-gesa sebelum dapat dicegat oleh tim. 

Setelah menyusuri lorong tersebut, kata dia tim menemukan miras dalam kemasan puluhan botol dan kaleng yang siap dijual.

"Sebanyak 67 botol/kaleng minuman beralkohol siap edar ditemukan oleh tim opsnal narkoba. Pemiliknya tidak kembali ke lokasi saat kami menunggu. Barang bukti langsung diamankan ke Mapolresta Jayapura Kota," ujar AKP Irene dalam keterangannya dikutip Senin (22/1/2024).

Dia menyampaikan, tim opsnal akan menyelidiki lebih dalam untuk mengidentifikasi pemilik miras. Operasi ini dinilai bagian dari komitmen Polresta Jayapura Kota untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilu 2024.

"Sesuai tugas pokok kami dan perintah lisan Bapak Kapolresta, kami melakukan KRYD terkait pencegahan peredaran miras ilegal dan lokal di Kota Jayapura," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal