Selepas Operasi Dwikora, mereka berbalik memberontak terhadap pemerintah RI dan kemudian menimbulkan gejolak di Kalimantan Barat. Untuk mengatasi gejolak ini, ABRI/TNI mengirim sejumlah pasukannya ke sana.
Pada awalnya, Kiki merasa perjalanan menggapai impiannya menjadi prajurit Kopassus akan berjalan mulus. Dia lulus pendidikan Akademi Militer (Akmil) di Magelang pada 8 Desember 1971. Upacara Prasetya Perwira Akabri Angkatan 1971 digelar di hadapan Presiden Soeharto di Parkir Timur Senayan Jakarta.
Tiga hari kemudian, Kiki yang tergabung dalam 329 perwira remaja berbaris rapi di tengah Lapangan Pancasila, Kompleks Akabri Darat yang saat ini Akmil Magelang.
Kiki mengingat betul hari bersejarah itu. Pagi yang cerah. Mereka berbaris dilatari merah merekahnya bunga flamboyan yang menghiasi Ksatrian Lembah Tidar. Para perwira remaja itu dipanggil satu per satu memasuki aula untuk menerima ijazah. Mereka sekaligus mendapat surat perintah penempatan dari Gubernur Akabri Darat yang saat itu dijabat Mayjen TNI Sarwo Edhie Wibowo.
Rasa bangga mengalir di lubuk hati Kiki sebagai perwira remaja. Mereka telah sukses melewati rentang waktu empat tahun masa penggemblengan di kawah candradimuka Taruna Akabri.