Anggota gerombolan yang dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu juga terlibat kontak tembak dengan personel Yonif PR 431/SSP di Pos Kiwirok yang mengakibatkan gugurnya Prada Beryl Kholif A.R.
"Penangkapan ini merupakan langkah penting dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi para korban. Pelaku dengan rekam jejak kekerasan seperti ini harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya," katanya.
Setelah diamankan, Maam Taplo segera dibawa ke Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum.