Personel Brimob kemudian melakukan tindakan pengamanan sesuai prosedur. Kelompok tersebut diketahui membawa sejumlah senjata api, termasuk senjata rakitan dan senjata laras panjang jenis SS1-V1.
Kelompok bersenjata itu disebut tetap melakukan penembakan meski aparat telah memberikan imbauan agar menghentikan aktivitas mereka. Aparat lalu melepaskan tembakan peringatan sebelum mengambil tindakan tegas dan terukur.
Kontak tembak berlangsung singkat sebelum kelompok tersebut melarikan diri ke berbagai arah. Setelah situasi dinyatakan aman, aparat langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyisiran, aparat menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata tersebut. Barang bukti itu kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Barang bukti yang disita meliputi senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, senjata tajam, busur dan anak panah serta perlengkapan lain yang diduga digunakan kelompok tersebut.
Tidak lama kemudian, personel tambahan dari Polres Dogiyai dan Brimob Polda Papua Tengah tiba di lokasi untuk memperkuat pengamanan. Aparat juga melakukan sterilisasi area guna mengantisipasi potensi ancaman lanjutan.
Seusai proses pengamanan selesai, seluruh personel melakukan konsolidasi dan kembali ke Mako Polres Dogiyai. Hingga kini, aparat masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap keberadaan kelompok yang terlibat. Pengamanan di wilayah Dogiyai juga diperketat untuk mencegah gangguan susulan. Aparat tetap siaga dan melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik strategis.