"Kelompok pimpinan Benny Wenda itu aktif di dunia internasional. Sedangkan di dalam negeri ada OPM yang mengedepankan kekerasan," ujarnya.
Selain itu, kelompok-kelompok tersebut sebenarnya sudah pecah sejak lama. Di awal berdirinya OPM pada 1971, para pendirinya yakni, Jacob Prai dan Seth Roemkorem mendirikan dua organisasi yang berbeda OPM Mavic dan OPM Pemka.
Friksi internal dalam kelompok pro kemerdekaan Papua itu pun terus berlanjut hingga sekarang. Di antaranya saat jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Sebby Sambom, membantah pernyataan Benny Wenda bahwa tiga kelompok OPM di wilayah tersebut telah bersatu.
"Kondisi ini memungkinkan justru jatuh korban dari masyarakat sipil Papua itu sendiri, seperti kasus di Wamena belum lama ini," ujarnya.
Tokoh pemuda Papua, Habelino Sawaki, tak membantah kalau ada banyak faksi di kelompok OPM. Karena itu, pendekatan ke mereka harus dengan cara-cara dialog, bukan militer.