JAKARTA, iNews.id - Gerakan separatis di Papua dinilai bukanlah organisasi yang terstruktur rapi, sehingga upaya pengamanan yang dilakukan mestinya tak bersifat militeristik. Pemerintah daerah (pemda) disarankan mengedepankan pendekatan dialogis, bukan militer.
Mantan kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto menilai, Organisasi Papua Merdeka (OPM) hanya kelompok kriminal bersenjata yang tak punya struktur pasti.
"Bukan TNI yang diturunkan untuk mengatasi gangguan keamanan di Papua itu. Karena mereka hanya kriminal, harusnya aparat penegak hukum Polri," kata Soleman, Sabtu (30/11/2019).
Menurut dia,konsekuensinya adalah menoambah jumlah anggota Polisi di sana. Selain itu, dia juga menyarankan agar pemerintah mau berdialog dengan sabar, mendengarkan permintaan mereka.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Satya Negara Indonesia, Pradono Budi Saputro mengatakan, selain cara kekerasan, kelompok separatis ini juga ada yang berkampanye di luar negeri untuk pendekatan diplomasi.