"Untuk pengiriman sampel ke Jayapura masih akan terus dilakukan yaitu terhadap orang-orang dengan hasil rapid test positif, namun jumlah sampel yang akan dikirim disesuaikan dengan ketersediaan tenaga dan prasarana di RSUD Mimika,” katanya.
Peralatan PCR milik PT Freeport yang ditempatkan di Klinik Kuala Kencana itu tidak saja akan memeriksa sampel spesimen swab dari RS Tembagapura, tetapi juga dari RSUD Mimika dan RSMM Timika.
Pemkab Mimika sejak 2014 telah memiliki peralatan PCR, namun sejauh ini baru sebatas digunakan untuk pemeriksaan Viraload HIV.
"Mesin PCR di RSUD Mimika siap digunakan untuk pemeriksaan nCoV2 di Kabupaten Mimika. Pihak RSUD menunggu tenaga teknis dari Jakarta untuk menyiapkan mesin tersebut," ujar Reynold.
Sejak 29 Maret hingga saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di Mimika sudah mencapai 114 kasus, karena hari ini terdapat penambahan empat kasus baru positif COVID-19 yaitu dari RS Tembagapura sebanyak tiga kasus, dan satu kasus lainnya berasal dari RSUD Mimika.