Wagub NTB Soal Pernikahan Dini: Banyak Dampak Negatif dan Berbahaya kepada Anak

Nani Suherni
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah. (ANTARA/Nur Imansyah)

MATARAM, iNews.id - Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah mengimbau kepada seluruh stakeholder agar memasifkan sosialisasi terkait pencegahan pernikahan dini. Dia menegaskan, pernikahan dini sebagai bentuk pelanggaran hak anak dan berdampak negatif.

"Pernikahan anak merupakan bentuk pelanggaran hak anak yang memiliki banyak dampak negatif dan sangat berbahaya kepada anak, keluarga dan negara," kata perempuan yang akrab disapa Ummi Rohmi dikutip dari portal resmi Pemprov NTB, Senin (6/9/2021).

Salah satu dampak negatif dari pernikahan anak di bawah umur yakni akan meningkatkan angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, tingginya putus sekolah, pekerja anak yang rentan diberi upah rendah serta turut meningkatkan angka kemiskinan. 

“Kita perlu bersinergi, baik pemerintah, daerah, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, media massa, dan lapisan masyarakat lainnya. Melalui regulasi yang dapat diimplementasikan dengan baik, maupun mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak secara masif, dalam bentuk informasi,” tutur Ummi Rohmi.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Siswa SMP di Pemalang Nikahi Teman Kelas, Begini Kata Pihak Sekolah

57 tahun lalu

161 Anak di Bojonegoro Menikah Dini, 85 di Antaranya Hamil Lebih Dulu

57 tahun lalu

Isi Kuliah Umum Universitas Maranatha, Ganjar Serukan Perempuan Tak Nikah Dini

57 tahun lalu

342 Pengantin di Bojonegoro Ajukan Dispensasi Nikah Dini, 50 Pasangan Sudah Cerai

57 tahun lalu

Kasus Pernikahan Dini di Bantul Tinggi, 7 Bulan Sudah Ada 82 Dispensasi Nikah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal