"Selesai kegiatan ini, saya akan langsung mengecek untuk kepastiannya agar tidak menjadi konsumsi negatif seperti yang sudah viral di media sosial. Saya pun baru mengetahui adanya kartu BPJS, setelah sudah diviralkan," kata Amiruddin, saat dikonfirmasi pada Jumat (12/2/2021) sore.
Dari informasi sementara yang dia peroleh, kartu BPJS Kesehatan yang digratiskan bagi warga miskin di Kelurahan Rontu, ada pemiliknya yang telah meninggal dunia. Selain itu, ada yang telah pindah domisili, kartunya ganda, dan ada nama warga di luar kelurahan setempat.
Meski demikian, diperkirakan dari sekian kartu yang ada, sebagian besar belum dibagikan ke warga yang berhak. Hal ini pun menjadi tanda tanya publik yang benar-benar prihatin dengan kondisi masyarakat miskin, terlebih dimasa pandemi Covid-19.
"Besok pagi sudah ada kepastian. Jika pun ditemukan ada kejanggalan setelah dicek semua kartu, saya sendiri akan turun memanggil dan melakukan klarifikasi pada pihak pihak yang telah membagikan kartu tersebut waktu itu. Saya akan tanyakan kenapa sampai ada yang tersisa hingga mencapai puluhan seperti ini," katanya
Hingga saat ini, Amiruddin belum mengetahui secara pasti apakah kartu BPJS gratis tersebut bersumber dari dana APBN, APBD Provinsi NTB atau memang ABPD Kota Bima. "Besok saya menginformasikan secara detail semua tentang data kartu itu serta seperti apa kronologinya," ujarnya.