Sebelumnya, aksi Inaq Tunggul marah-marah dengan Bahasa Inggris sempat viral di media sosial.
Inaq marah karena dilarang berjualan di Pantai Senek atau Kute karena pemerintah memberlakukan penutupan seluruh objek pariwisata di kawasan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Sebenarnya Inaq Tunggul tidak usir kerena berlibur namun dilarang jualan untuk sementara waktu saja," kata kerabat Inaq Tunggul, Lalu Minaksa.
Dia mengaku bersama dengan Inaq Tunggul dulu bersama-sama merupakan pedagang asongan jauh sebelum Kute menjadi destinasi wisata seperti saat sekarang ini.