Tradisi Upacara Pasola di Kabupaten Sumba Barat: Sejarah dan Pelaksanaan

Inas Rifqia Lainufar
Tradisi Upacara Pasola. Mengenal tradisi pasola, perang adat masyarakat Sumba Barat saling lempar lembing untuk menyuburkan tanah. (Foto: Antara)

Lalu pada suatu hari, Rabu Kabba mendapati sebuah perahu yang akan menepi ke tepi pantai. Akan tetapi, perahu tersebut bukan milik Ubu Dulla, melainkan seorang pemuda asal Kodi bernama Teda Gaiparona.

Karena sering bersama, Rabu Kabba akhirnya merasa jatuh cinta pada Teda Gaiparona. Namun cinta mereka terhalang oleh adat setempat, sehingga membuat keduanya memutuskan untuk kawin lari.

Tak berselang lama, Ngongo Tau Matutu, Yagi Waikareri, dan Ubu Dulla kembali ke Weiwuang. Dari sanalah, Ubu Dulla mendapati sang istri kabur bersama pria lain.

Merasa tak terima, Ubu Dulla pun berusaha menemukan istrinya dan Teda Gaiparona dengan dukungan dari warga Weiwuang. Saat sudah ditemukan, Rabu Kabba menolak untuk kembali ke pelukan sang suami terdahulu.

Alih-alih marah, Ubu Dulla justru merelakan sang istri bersama pria lain. Meskipun demikian, ia mengajukan syarat kepada Teda Gaiparona agar diberikan mas kawin pengganti seperti saat ia memberikan Rabu Kabba di hari pernikahan.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perayaan Idul Adha 1445 H, Keraton Solo Gelar Upacara Adat Grebeg Besar 

57 tahun lalu

Bupati Badung Hadiri Karya Melaspas di Pura Kahyangan Desa dan Puseh Desa Adat Cengkok

57 tahun lalu

Tolak Penghianat Konstitusi, Masyarakat Adat Ritual di Gunung Manglayang Bandung

57 tahun lalu

Ketua DPW Partai Perindo Sulbar: Mendiang Obednego Depparinding Sosok Guru dan Panutan

57 tahun lalu

Upacara Adat Sunda untuk Kelahiran, Tanamkan Edukasi Sejak Dini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal