Sebelumnya, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan untuk membuka keran ekspor jagung guna mengatasi anjloknya harga jagung di wilayah itu.
"Harga jagung murah, satu-satunya cara sementara untuk menyelamatkan jagung petani kita adalah dengan melakukan ekspor ke luar negeri," katanya.
Usulan ini disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan OPD, seperti Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, dan Kepala Dinas Perindustrian NTB dan pembeli besar jagung, PT Seger Agro Nusantara.
Menurutnya, bila kondisi ini di paksa, PT Seger Agro Nusantara tidak akan bisa membeli lagi karena memang sudah tidak sanggup untuk membeli karena saat ini harga ayam jatuh, sehingga pabrik ayam menurunkan permintaan pada pakan.
"Permintaan pakan turun menyebabkan mereka menurunkan volume membeli bahan baku seperti jagung," katanya.
Jagung dari Alas sampai Sape, surplus lebih dari 300.000 ton. Ini Artinya harganya jagung akan anjlok di pasaran.(*)