Siswa Mataram Diwajibkan Pakai Baju Adat Suku Sasak Setiap Hari Sabtu

Antara
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Lalu Fatwir Uzali (Foto: Antara/Nirkomala)

Sedangkan untuk laki-laki, lanjutnya, hanya disarankan untuk mengunakan sapuq (ikat kepala khas Suku Sasak) dan sarung untuk bagian bawahnya. Tapi untuk atasan bisa bebas tidak harus pakai pengon (Baju khas Suku Sasak).

"Untuk atasannya, bisa pakai baju sekolah bisa, baju kaos bisa atau lainnya, tapi yang jelas bawahnya pakai kain. Kainnya pun, bisa sarung atau lainnya. Intinya, kita tidak ingin memberatkan siswa dan orang tua," katanya.

Lebih jauh Fatwir mengatakan, kebijakan itu diterapkan untuk menggali kembali potensi budaya lokal. Hal ini juga sudah dilakukan dua tahun yang lalu sebelum pandemi Covid-19 yang disebut dengan Sabtu Budaya.

"Jadi sekarang kita hidupkan lagi. Bahkan pada hari penggunakan pakai adat, kita juga meminta anak-anak dan guru menggunakan bahasa Sasak," ucapnya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Mataram, Perempuan dan 2 Anaknya Ditangkap

57 tahun lalu

2 Anak Hilang Terseret Arus di Pantai Ampenan Mataram, 1 Orang Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 3,7 Guncang Lombok Barat, Warga Mataram Berhamburan Keluar Rumah

57 tahun lalu

Polda NTB Bongkar 3 Kasus Prostitusi di Mataram, 4 Orang Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Bentrok Warga di Mataram Berujung Pembakaran, Polisi Amankan Sejumlah Pelaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal