Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965, Ditandai Gerakan Berdarah PKI

Endang Ayu Puji Astutik
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965, tidak lepas dari insiden berdarah, Gerakan 30 September (G30S) Partai Komunis Indonesia (PKI). (Foto: Istimewa).

- Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

- Jenderal TNI Abdul Haris Nasution yang saat itu menjadi sasaran utama, berhasil selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sementara, putrinya bernama Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean gugur dalam usaha pembunuhan yang dilakukan oleh PKI tersebut.

Keenam jenderal dan Lettu Pierre itu kemudian dibawa ke kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur yang sekarang dikenal sebagai Lubang Buaya. Jenazah mereka ditemukan pada 3 Oktober. 

Selain itu, ada beberapa orang lainnya yang juga turut menjadi korban sebagai berikut.

- Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr. J. Leimena)

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Viral Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Gagap hingga Didikte Baca UUD 1945, Peserta Upacara Melongo

57 tahun lalu

Daftar Marga di Maluku, Sejarah dan Identitas Sosial

57 tahun lalu

Pesona dan Sejarah Panjang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal