SURABAYA, iNews.id - Anggota Polres Lamongan penyandang difabel usai diserang teroris lolos seleksi menjadi seorang perwira. Sambil menangis, Aipda Andrea membacakan surat terbukanya untuk Kapolri.
Pada tahun 2018 Aipda Andreas pernah menjadi korban saat pengejaran terduga pelaku teroris di Lamongan. Saat itu, Andreas mengalami cedera pada mata sebelah kanannya, hingga akhirnya kini, mata sebelah kanannya mengalami luka berat dan harus dioperasi beberapa kali.
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta usai memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang berprestasi mengatakan pihaknya mewakili Kapolri untuk memberikan penghargaan khusus kepada anggota yang berprestasi.
Dalam akun resmi Divisi Humas Polri, Aipda Andreas pun membacakan surat terbukanya untuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam beberapa kali kesempatan, Aipda Andreas menangis memingat awal-awal mengkhawatirkan karirnya.
Berikut isi surat terbuka untuk Kapolri;
"Saya ingin membacakan surat untuk bapak Kapolri,
Assalamulaiakum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam presisi, mohon izin jenderal sambil menunggu sidang kelulusan saya mencoba untuk ungkapkan curahan hari saya melalui tulisan tangan ini. Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan dapat berdiri di sini bersama sahabat-sahabat semua.