JAKARTA, iNews.id - Keraton Surosowan dan Masjid Banten dihancurka dalam serangan yang berlangsung pada 21 November 1808 (Chijs, 1881:43) oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels. Namun, lokasi tersebut meninggalkan misteri tentang dua macan gaib milik Sultan Banten.
Saat penghancuran tersebut, Sultan Banten Aliudin ditangkap dan dibuang ke Ambon. Sementara itu, Patihnya Mangkubumi Wargadiraja dihukum pancung dan mayatnya dilemparkan ke laut.
Ketika keraton Surosowan dan Masjid Banten ditinggalkan penghuninya menjadi hutan belantara dan semak-belukar. Dulu ada pohon beringin, pohon sawo juga banyak hewan seperti ular, ayam hutan, dan macan kecil sebesar kucing. Bahkan sampai tahun 2000–an masih ditemukan macan kucing tadi.
Muncul pula cerita mistis, ada macan gaib bernama Si Kapuk dan Si Kumbang. Macan berwarna putih dan hitam itu ingon-ingon atau peliharaan Sultan pada masa lalu.
Bahkan, macan peliharaan Sultan tersebut masih bisa ditemui dengan melakukan ritual-ritual tertentu. Kisah itu pun sempat diceritakan mendiang Ismetullah Al Abbas, Sultan Banten.