Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa POKMASWAS merupakan bagian dari sistem pemantauan yang melengkapi Pusat Pengendalian dan Kapal Pengawas Perikanan yang dimiliki KKP.
"Selain informasi berbasis teknologi dan air surveillance, laporan masyarakat juga kami analisis," ucapnya.
Selain pembicara dari Ditjen PSDKP turut hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Koordinator Wilayah Kerja Taman Wisata Konservasi Gili Matra, dan Koordinator Program NTB Wildlife Conservation Society (WCS) dalam pembinaan teknis tersebut. Sementara itu, sebanyak 250 anggota POKMASWAS berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa.
"Kegiatan ini sangat berarti, terutama bagi kami POKMASWAS yang masih baru dan masih butuh banyak ilmu untuk melakukan pemantauan di lapangan," tutur Ketua POKMASWAS Gili Matra, Hasan.
Seperti diketahui, saat ini Ditjen PSDKP telah membina 1.050 POKMASWAS aktif yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Ditjen PSDKP juga telah mengembangkan SMS Gateway untuk mempermudah pelaporan hasil pemantauan yang dilakukan oleh para anggota POKMASWAS. (CM)