LOMBOK TIMUR, iNews.id –Lombok Timur berhasil menurunkan kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak selama tahun 2021 lalu. Hal itu berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) setempat.
“Dari 26,46 pada 2018 turun menjadi 17, 49 pada tahun 2021,” kata Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, Selasa (11/1/2022).
Penurunan kasus stunting tersebut membuat Lombok Timur menjadi juara umum dalam Aksi Konvergensi Stunting tingkat Provinsi NTB.
"Tahun 2020 Lombok Timur menjadi kabupaten paling replikatif dalam penurunan angka stunting di NTB," kata Sukiman.
Penurunan kasus gagal tumbuh itu disebut merupakan hasil dari penanganan secara bersama-sama dan komitmen dari semua pemangku kepentingan. Sang bupati menilai koordinasi itu menjadi hal yang paling penting.