Implementasi Model Pembelajaran Santripreneur Dorong Kemandirian Ekonomi Santriwati Pasca-Pesantren

iNews.id
Program Santripreneur yang dikembangkan tim pengabdian Universitas Mataram di Madrasah Aliyah Putri Hikmatusysyarief. (Foto: dok istimewa)

Dalam hal ini produk yang dibuat adalah kue lumpur ubi ungu, risoles gendut, cake oven, dan talam sagu mutiara. Produk-produk yang dibuat adalah kombinasi dari berbagai jenis cara memasak seperti dioven, dipanggang, digoreng, dan dikukus. 

Pada pelatihan kedua, yaitu digital marketing, mengajarkan para santri bagaimana mempromosikan, menjual dan memasarkan produk melalui pemasanan online digital.

Berikutnya adalah pelatihan teknologi digital, yaitu memanfaatkan platform seperti Canva, Instagram, dan WhatsApp Business untuk promosi produk, pembuatan konten, dan manajemen pelanggan. Santri dilatih menggunakan canva pro untuk mengemas produk agar lebih menarik melalui desain grafis yang estetik. 

Terakhir adalah pengenalan literasi keuangan, dengan membekali santriwati kemampuan mengatur keuangan pribadi dan usaha sederhana, termasuk pencatatan, perencanaan modal, serta pentingnya tabungan. Pada pengabdian ini, hasil awal menunjukkan perubahan signifikan: munculnya ide-ide usaha baru, meningkatnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan, serta tumbuhnya kepercayaan diri santriwati dalam memanfaatkan teknologi untuk berwirausaha.

Program Santripreneur menyiapkan santriwati agar mampu mengelola usaha mandiri berbasis potensi lokal. (Foto: dok istimewa)

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program Santripreneur membawa misi sosial yang lebih luas yaitu memotivasi para santriwati dan lembaga untuk berkembang mengikuti perubahan zaman, mengubah cara pandang masyarakat terhadap peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan menumbuhkan jiwa berwirausaha yang tanpa modal besar.

Dengan membuka peluang bagi santriwati untuk berkarya dan menghasilkan pendapatan maka efek angka pernikahan dini diharapkan dapat menurun, dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan meningkat serta cakrawala untuk mengebangkan kehidupan dengan berwirausaha akan semakin luas.

Di sisi ekonomi, keterampilan kewirausahaan dan literasi keuangan menjadi modal penting untuk menciptakan usaha mikro berbasis potensi lokal, yang dapat memperkuat ekonomi keluarga dan komunitas pesantren. Program ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 5 (Kesetaraan Gender), dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Teknologi digital menjadi tulang punggung utama dalam model pembelajaran ini. Dengan memanfaatkan perangkat sederhana seperti smartphone, santriwati diajarkan untuk mendesain kemasan produk melalui Canva, mencatat transaksi menggunakan Google Spreadsheet, serta memasarkan produk di Facebook, Instagram dan WhatsApp Business.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DJI Osmo Pocket 4 Resmi Meluncur di Indonesia, Ini 5 Keunggulan yang Menonjol

57 tahun lalu

Ubhara Jaya Luluskan 464 Wisudawan Berkarakter Kebangsaan dan Bela Negara

57 tahun lalu

Bupati Rusli Lantik Sejumlah Pejabat di Lingkungan Pemkab Kotabaru 

57 tahun lalu

Dwangsa Solo Hotel by LORIN Sajikan Kenikmatan Makanan Laut Segar di Seafood Terrace ala Jimbaran

57 tahun lalu

Sajikan Pelayanan Terbaik, Syariah Hotel Solo Raih Guest Review Awards 9.2 dari Trip.com Group

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal