Dia juga sudah mencoba untuk menghubungi direktur perusahaan bernama Nanang Supriadi. Namun tidak juga mendapatkan tanggapan.
"Jadi dibuat bingung, ini ada apa. Bagaimana dengan nasib uang yang sudah disetorkan di awal," katanya.
Dia mengatakan, dalam setoran awal dari perjanjian untuk berangkat umrah tersebut, dia menyetor secara langsung ke kantor yang beralamat di Jalan Pejanggik, Kota Mataram.
Asikin mengatakan dia menyerahkan langsung ke pegawai perusahaan. Dia pun mendapat kwuitansi setoran yang menjadi bukti serah terima.
"Itu pada November 2022 lalu. Setoran awal itu Rp60 juta untuk 6 orang. Dijanjikan berangkat Februari 2023. Kata karyawannya, uang setoran langsung ditransfer ke rekening Nanang (Direktur PT Mahisa Tour & Travel)," katanya.