Fenomena Pengemis Online di Lombok Tengah, Penghasilan dan Kesehariannya

Ajeng Wirachmi
Pengemis online cukup marak di media sosial. Fenomena ini dinilai sebagian masyarakat cukp meresahkan. (Foto: Istimewa) 

Seorang pengusaha John LBF bahkan meminta Sultan Akhyar untuk menghentikan produksi konten ini. Namun, dia menolak dan justru meminta bayaran sebesar Rp200 juta yang akan dipergunakan untuk kesejahteraan keluarga dan warga di sekitarnya.

Pihak TikTok Indonesia juga prihatin akan adanya konten ini. TikTok terus berusaha menjaga agar tetap menjadi tempat yang aman bagi banyak orang.

Karena itulah, TikTok meminta masyarakat untuk melaporkan konten negatif atau yang dianggap tidak pantas melalui fitur keamanan yang ada di aplikasi.

Sementara itu, Komisi I DPR juga meminta pemerintah untuk memblokir konten viral fenomena pengemis online.

Saat ini, perempuan paruh baya yang menjadi pemeran dalam konten tersebut mendapat bantuan dari pemerintah. Sang nenek juga mendapat bantuan dari Kementerian Sosial melalui Sentra Paramitha Mataram.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Truk Sampah Rp5,1 Miliar

57 tahun lalu

Viral! Sapi Mengamuk di Pasar Hewan Pasuruan, Sempat Masuk Area Minimarket dan Hajatan

57 tahun lalu

Konten Pocong Meresahkan Viral di Jember, Emak-Emak Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

WNA Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kerahkan Helikopter

57 tahun lalu

Air Bersih dan Sampah Ancam Wisata KLU, Legislator Perindo Desak Pembenahan Tiga Gili

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal