Doa Terbebas dari Hutang Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Kastolani Marzuki
Ilustrasi Doa Terbebas dari Hutang (Foto: ist)

Mufasir Ibnu Katsi menerangkan, ayat tersebut merupakan petunjuk dari Allah Swt buat hamba-hamba-Nya yang mukmin apabila mereka mengadakan muamalah secara tidak tunai, yaitu hendaklah mereka mencatatkannya; karena catatan itu lebih memelihara jumlah barang dan masa pembayarannya serta lebih tegas bagi orang yang menyaksikannya. 

Hikmah ini disebutkan dengan jelas dalam akhir ayat, yaitu melalui firman-Nya: 

"Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan kesaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguan kalian. (Al-Baqarah: 282).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan transaksi salam yang dibatasi dengan waktu tertentu. 

Qatadah meriwayatkan dari Abu Hassan Al-Araj, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Aku bersaksi bahwa utang yang dalam tanggungan sampai dengan batas waktu yang tertentu merupakan hal yang dihalalkan dan diizinkan oleh Allah pemberlakuannya." 

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Frustrasi Orang Berutang Tak Kunjung Bayar, Lansia di Cikole Sukabumi Gantung Diri

57 tahun lalu

Tagih Utang malah Babak Belur, Pria Bertato di Pangkalpinang Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Anjuran Rasulullah SAW untuk Menghafal Surat Al Mulk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal