Hal senada juga disampaikan Kepala TU Puskesmas Paruga, Jaidin yang dikonfirmasi, juga membenarkan ada spanduk dimaksud. Hanya saja, dirinya tidak tahu apa masalahnya.
“Saya tidak tahu, mungkin staf puskesmas yang pasang spanduk itu,” katanya singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Azhari membenarkan, spanduk mogok kerja terpasang disejumlah puskesmas tersebut terkait masalah Tukin. Menurutnya, Tukin ini berkaitan langsung dengah Sistem Informasi Pendapatan Daerah (SIPD), sesuai regulasi baru yang sedang disosialisasikan dan wajar jika ada kurang dan lebihnya.
“Ini kurang jelinya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melihat regulasi baru khususnya untuk para Nakes,” ujarnya.
Azhari meminta para Nakes bisa bersabar, karena pihaknya sedang menunggu solusi. Dia pun menyayangkan sikap para Nakes yang memasang spanduk tersebut. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, Nakes mestinya mendahulukan pelayanan.
“Nakes di puskesmas juga cukup terbantu dengan anggaran JKN, BOK, KAPITASI serta insentif Covid-19,” katanya.