Bau Nyale, Tradisi Tangkap Cacing Asal Lombok Tengah untuk Mengenang Putri Mandalika

Inas Rifqia Lainufar
Bau Nyale (Foto: Istimewa)

Sang putri akhirnya memutuskan untuk melakukan semedi demi menentukan pria yang akan ia pilih menjadi pendamping hidup. Dalam semedinya, Putri Mandalika mendapat petunjuk dan meminta para pangeran untuk berkumpul di bukit Seger.

Saat semuanya telah berkumpul, Putri Mandalika justru tidak memilih siapapun dan menceburkan dirinya ke laut. Ia tetap tidak ditemukan walaupun warga telah berbondong-bondong menyelam untuk menyelamatkan sang putri.

Setelah kepergian Putri Mandalika, muncul banyak cacing warna-warni di tepi pantai yang akhirnya diberi nama 'nyale'. Cacing tersebut dipercaya merupakan jelmaan sang putri, sehingga masyarakat kerap mengadakan ritual adat Bau Nyale untuk menghormatinya.

Pelaksanaan Bau Nyale

1.Sangkep Wariga

Tradisi Bau Nyale diawali dengan Sangkep Wariga. Sangkep Wariga sendiri merupakan pertemuan para tokoh adat untuk menentukan waktu pelaksanaan Bau Nyale.

2.Mepaosan

Satu hari sebelum Bau Nyale digelar, Mepaosa akan dilakukan. Mepaosan atau membaca lontar ini dilakukan oleh para tokoh adat atau yang biasa disebut Mamik.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Puluhan Sajam dan Miras Disita saat Pesta Bau Nyale di Lombok Timur

57 tahun lalu

Polisi Temukan Ribuan Liter Miras Ditanam dalam Pasir di Lokasi Festival Bau Nyale

57 tahun lalu

Partai Perindo NTB Ramaikan Festival Pesona Bau Nyale, Sediakan Kopi Gratis untuk Warga

57 tahun lalu

Acara Festival Bau Nyale Diprakirakan Bakal Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang

57 tahun lalu

Mengenal Bau Nyale, Tradisi Unik Suku Sasak Berburu Jelmaan Putri Mandalika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal