“Di rumah dinas sedang ada tamu yang sedang membahas Hari Jadi Kabupaten Halmahera Utara. Massa dari adik-adik mahasiswa ini tetap tidak mau bubar. Mereka mempersoalkan alasa mengundang artis papan atas. Saya jelaskan, ini bukan tempatnya demo,” ujarnya.
Lantaran tidak mau bubar, Frans kemudian mengambil parang di mobil dinasnya. Namun, parang yang digunakan juga bukan asli melainkan properti atau mainan untuk atraksi di pertunjukan Hari Jadi Halmahera Utara.
“Kebetulan di mobil ada parang yang buat property Cakalele. Saya ambil buat bubarkan mereka,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam video yang beredar, tampak Frans Manery yang mengenakan kemeja putih keluar dari rumah dinasnya untuk membubarkan aksi massa.
Frans kemudian mengacung-acungkan parang kea rah massa. Melihat hal itu, para pendemo langsung bubar untuk menyelamatkan diri. Mereka lari masuk ke permukiman.
Bupati Halmahera Utara yang geram terus mengejar massa hingga ke rumah warga.
Sebelumnya, sekelompok orang itu telah melakukan aksi unjuk rasa di DPRD dan kantor Keuangan Daerah Halmahera Utara hingga merusak sejumlah fasilitas. Tidak puas dengan tanggapan ketua DPRD, massa melanjutkan aksinya di rumah dinas bupati.