Teluk Kayeli Tercemar Limbah Merkuri Hasil Tambang Emas Gunung Botak dan Gogorea

Antara
Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI), Corry Yanti Manullang mengungkapkan Teluk Kayeli, Pulau Buru, Maluku tercemar limbah merkuri. Foto: Antara

"Teluk Kayeli merupakan kawasan penting untuk daerah tangkapan ikan, untuk mendukung kehidupan sehari-hari sekitar 50.000 masyarakat desa pesisir," ucap Corry.

Studi yang dilakukan pada Juli 2012 menemukan tingkat total merkuri di sekitar Teluk Kayeli berkisar antara 0,548-3,564 mg/kg-1 DW. Pengambilan sampel lainnya pada pada tahun 2013 melaporkan merkuri telah meningkat lebih dari 20 kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya, yakni 7,8 mg/kg-1 DW.

Selain merkuri, logam berat berbahaya lainnya seperti kadmium (Cd) dan timbal (Pb) juga terdeteksi mengendap di sungai-sungai sekitar Gunung Botak dan Gogorea. Besarannya juga melebihi batas yang diizinkan NOAA.

Editor : Erwin C Sihombing
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Dilindungi di Probolinggo, ABK Ditangkap

57 tahun lalu

Gempa Hari Magnitudo 5,3 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Aleg Perindo Welhelm Kurnala Siapkan Ambulans Laut Atasi Keterbatasan Akses Medis di Aru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal