AMBON, iNews.id - Sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Trans Seram Provinsi Maluku mengalami kerusakan karena tingginya curah hujan di Pulau Seram sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, arus transportasi maupun distribusi bahan kebutuhan pokok terganggu.
Kerusakan infrastruktur ini sangat mempengaruhi transportasi dan distribusi sembako di tiga kabupaten di Pulau Seram, yakni Seram Bagian Barat (SBB) Maluku Tengah, serta Seram Bagian Timur (SBT).
"Kondisi Pulau Seram benar-benar cukup memprihatinkan, baik dari sisi distribusi kebutuhan pokok maupun akses transportasi masyarakat di kawasan itu secara keseluruhan," kata Ketua Komisi III DPRD Maluku Anos Yeremias di Ambon, Selasa (30/1/2020).
Anos telah memaparkan kondisi Pulau Seram itu dalam rapat kerja komisi bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XVI/Maluku dan Balai Wilayah Sungai Maluku. Dia berharap ada solusi dan langkah-langkah penanganan darurat untuk memastikan agar distribusi kebutuhan pokok di Pulau Seram tidak terhenti akibat terputusnya beberapa ruas jalan.
Informasi yang diperoleh dari Balai Pelaksana Jalan Nasional XVI/Maluku dan Balai Wilayah Sungai Maluku, hujan lebat yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor membuat beberapa jalan dan jembatan rusak. Saat ini kerusakan juga masih terus didata.