Dia berharap permohonan maaf yang juga telah disampaikan secara terbuka di hadapan puluhan mahasiswa UKIM Ambon yang berdemonstrasi dapat membuat situasi di Kota Ambon kondusif. Barnabas juga meminta kejadian tersebut tidak dipolitisasi apalagi diarahkan pada persoalan SARA.
Menurut Barnabas, Pemprov Maluku, telah mengklarifikasi masalah ini dengan menemui Rektorat UKIM Ambon serta Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM. Dia memastikan siapa pun yang terpilih dalam suksesi kepemimpinan UKIM Ambon, Pemprov Maluku akan mengapresiasi dan bekerja sama untuk kemajuan lembaga pendidikan tinggi tersebut maupun untuk pembangunan Maluku di masa mendatang.
"Jadi sekali lagi saya atas nama Pemprov Maluku meminta maaf sedalam-dalamnya atas kekisruhan yang terjadi ini. Kami tidak bermaksud mengintervensi proses suksesi pemilihan Rektor UKIM yang mulai bergulir pada Oktober 2021," ujarnya.