"Saya dipukul dengan rotan oleh polisi. Namun, saya tidak pernah merasakan sakit akibat hal itu. Peringatan, polisi itu membuat saya kini selalu memakai masker, karena baik untuk diri sendiri maupun orang lain," katanya.
PKL lain, Arman Slamat (20) menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh para polisi itu membuat dia sadar bahaya Covid-19 ini.
"Dari awal kami anggap biasa walaupun tidak memakai masker. Saya tetap berjualan kelapa seperti biasa. Namun, setelah ditegur dan dirotangi, Alhamdulillah sampai saat ini selalu menggunakan masker," ujarnya.
Dia justru heran, karena delapan anggota polisi itu tidak pernah lagi ada di Pasar Mardika untuk menertibkan mereka yang tidak menggunakan masker.
Dukungan serupa datang dari tokoh agama Maluku. Mantan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Wilayah (PGIW) Maluku, Pdt John Ruhulessin maupun Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo mendukung tindakan anggota polisi menertibkan PKL yang tidak memakai masker.